Obat Herbal yang Bisa Menangkal Corona

Tim Hukum online telah menyusun berbagai topik hukum yang sering ditanyakan mengenai dampak wabah Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kesehatan, bisnis, ketenagakerjaan, profesi, pelayanan publik, dan lain-lain. Informasi ini kami berikan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, dan akan terus kami update sesuai dengan perkembangan terkini. Saat ini tidak ada vaksin atau obat yang disetujui untuk melawan virus corona COVID-19. Bukan hanya di Indonesia saja yang memanfaatkan beberapa obat herbal virus corona, tetapi di luar negeri juga menggunakan obat herbal. Di Indonesia yang berpenduduk 1,3 miliar orang, pemerintah dikritik setelah mengklaim beberapa pengobatan tradisional dapat mencegah infeksi virus corona Covid-19. Fasilitas isolasi terpusat ini dilengkapi dengan dokter, perawat, obat-obatan, oksigen dan konsumsi pasien.

Kami telah menyiapkan 49.000 tempat tidur di Jawa dan Bali. Sementara itu di China, para pejabat mengklaim bahwa obat tradisional telah menjadi kunci untuk memerangi virus corona Covid-19 sejak awal pandemi. Paling banyak dilaporkan muncul di provinsi Bali dan Jawa Barat. Guru Besar Mikrobiologi Klinis itu mengatakan berbagai publikasi ilmiah menunjukkan bahwa varian lokal belum diklasifikasikan sebagai "Variant of Concern" (VOC) atau Variant of Interest (VOI) yang sedang dipantau oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, Amin tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai varian lokal, mengingat jumlah kasus sudah mendominasi sejumlah daerah. Beberapa klaim telah berulang kali dilontarkan oleh mereka yang mengaku telah menemukan obat untuk virus corona. Kementerian Pertanian pernah mempromosikan kalung anticorona berbahan kayu putih. Dalam sepekan terakhir, publik juga dihebohkan dengan wawancara artis dengan seseorang yang mengaku telah menemukan herbal antibodi Covid-19.

Jamu atau obat tradisional telah dipercaya selama ratusan tahun dalam pengobatan berbagai penyakit. Oleh karena itu, setiap kali terjadi wabah penyakit, pengobatan tradisional selalu menjadi pertimbangan untuk menjadi salah satu jawaban dalam penanggulangannya. Ketika wabah COVID-19 pertama kali menyebar, pemerintah China secara resmi menetapkan beberapa jenis obat tradisional untuk digunakan sebagai terapi komplementer dan kemudian para ahli di China melakukan uji klinis terhadap beberapa obat tradisional menjadi salah satu pilihan pengobatan.

Jamu dan obat tradisional ini juga bisa membantu mencegah penularan virus corona. Kami akan membantu Anda untuk menemukan cara ampuh membuat jamu dan obat-abatan herbal. Meski dalam pengujian di laboratorium klaim ini bisa terbentuk, namun bila digunakan pada manusia belum tentu menunjukkan hasil yang diinginkan. Produk herbal biasanya dikenal masyarakat karena pemasarannya lebih menarik. Bahan-bahan tertentu dipercaya dapat membantu mengeluarkan dahak, sebagian lagi melegakan tenggorokan, kemudian bahan-bahan yang berbeda dikonsumsi saat wanita memasuki masa menstruasi. Obat herbal biasanya memiliki senyawa yang beragam sehingga bisa untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit serta juga bisa memperkuat daya tahan tubuh.

Obat Herbal yang Bisa Menangkal Corona

Klaim Herbal Tidak Terbukti

Dibutuhkan proses yang panjang hingga sebuah produk herbal memenuhi kriteria tertentu. Produk ini banyak tersedia dan diperjualbelikan secara bebas di masyarakat. Satu tingkat di atas jamu adalah jamu terstandar. Ini adalah produk herbal yang telah lulus uji praklinis yaitu uji hewan. Sementara itu, Togi Junice Hutadjulu menjelaskan, butuh proses panjang hingga sebuah produk herbal masuk dalam kriteria tertentu. Produk ini banyak tersedia dan diperjualbelikan secara bebas di masyarakat. Satu tingkat di atas jamu adalah jamu terstandar. Ini adalah produk herbal yang telah lulus uji praklinis yaitu uji hewan. Saat ini sudah banyak obat yang beredar di masyarakat dimana banyak yang mengaku bahwa obat tersebut bisa untuk menyembuhkan virus corona. Namun anda tidak boleh sembarangan untuk memilih obat yang saat ini sudah banyak beredar. BPOM terus mengevaluasi produk jamu yang beredar di masyarakat. Produk yang lolos evaluasi akan diberikan izin edar. Setidaknya, masyarakat pengguna produk herbal bisa menggunakan izin edar ini sebagai salah satu pedoman dalam memilihnya di pasaran. Jamu buatan Indonesia dikabarkan siap diuji coba jamu virus corona. Ketua Umum Perhimpunan Dokter Apung Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Ingrid Tania mengatakan, izin uji klinis penggunaan jamu di Rumah Sakit Darurat Atlet Wisma sudah dilakukan. Para ahli, banyak bahan herbal di Indonesia yang berpotensi dijadikan obat herbal sebagai obat virus corona.

Potensi obat herbal dan tradisional untuk penanganan pasien COVID-19

Sebelum membahas lebih jauh, saya ingin tekankan bahwa cara terpenting untuk mencegah dan menularkan COVID-19 adalah dengan melakukan 3M (pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak). Hingga saat ini belum ada bukti klinis suplemen apa pun yang dapat mencegah atau melindungi seseorang dari infeksi COVID-19. Kita pernah mendengar suplemen vitamin C, vitamin D3, zinc, probiotik, dan lain-lain. Tetapi tidak ada bukti ilmiah bahwa nutrisi tersebut secara spesifik dapat mencegah penularan COVID-19. Meski begitu, meningkatnya popularitas obat tradisional atau jamu di masa pandemi COVID-19 bukan tanpa alasan. Pemerintah China secara resmi menyatakan bahwa obat tradisionalnya dapat meredakan gejala, mempercepat penyembuhan, dan menurunkan angka kematian akibat COVID-19. Potensi obat tradisional semakin terlihat di masa pandemi COVID-19, misalnya dengan banyaknya testimoni dari masyarakat dan penelitian bioinformatika. Yakni, penelitian in-silico, simulasi komputer yang menunjukkan bahwa senyawa aktif obat tradisional atau herbal dapat mengikat protein virus SARS-CoV-2. Sebenarnya apa yang bisa disebut obat tradisional? Ada dua klasifikasi obat tradisional sesuai dengan ketentuan BPOM.

  • Yang pertama adalah jamu, berupa jamu yang sudah digunakan secara turun temurun dengan pengalaman yang sudah terbukti dari generasi ke generasi.
  • Yang kedua disebut obat herbal terstandar, yaitu obat tradisional yang bahan bakunya telah terstandarisasi dan telah melalui uji praklinis, uji keamanan dan efektivitas pada hewan.

Obat Tradisional Sebagai Imunomodulator

Obat ini merupakan obat yang bisa mengaktifkan daya tahan tubuh agar imun tubuh menjadi lebih kuat dan bisa menahan berbagai jenis penyakit. Tanaman obat yang memiliki sifat imunomodulator biasanya tidak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh tetapi juga memiliki sifat anti inflamasi (anti inflamasi). Tanaman obat yang secara empiris terbukti memiliki sifat imunomodulator, antara lain:

  • Mangga
  • Temulawak
  • Kunyit
  • Meniran
  • Bawang Merah
  • Bawang Putih
  • Jahe

Sudah banyak daerah yang membuktikan bahwa dengan menggunakan obat herbal bisa mengatasi virus corona. Misalnya, Pakistan telah melakukan uji klinis efektivitas kombinasi jintan hitam dan madu pada pasien COVID-19. Penelitian tersebut membuktikan bahwa kombinasi kedua obat tradisional tersebut secara signifikan mampu membantu mengobati gejala pada pasien COVID-19.

Vaksin COVID-19 Tidak Mencegah Penularan

Berita tentang rencana vaksinasi COVID-19 di awal tahun 2021 memang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat tetap harus tegas menerapkan 3M meski sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19. Selain menggunakan berbagai obat yang saat ini tersedia, anda bisa menggunakan botol trifinity sebagai wadah minuman anda. Botol ini mengandung banyak manfaat bagi tubuh.

Disclaimer hasil setiap individu bisa berbeda beda
WA Konsul  OL Shop  COD Klik Disini