Penjelasan Mengatur Kadar Gula Darah Dalam Tubuh

Gula darah merupakan sebutan untuk tingkat glukosa yang ada dalam darah. Di dalam tubuh sudah di atur secara ketat berapa glukosa yang di butuhkan di dalam darah. Glukosa yang diedarkan melalui darah merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh. Jika kadar glukosa tinggi (hiperglikemia) bisa menjadi tanda diabetes melitus. Gula darah tinggi secara bertahap dapat merusak mata, saraf, ginjal atau jantung. Sedangkan jika kadar glukosa rendah (hipoglikemia) dapat menimbulkan gejala seperti perasaan lelah, penurunan fungsi mental, mudah tersinggung, dan kehilangan kesadaran.

Pada orang sehat, gula darah dikontrol oleh insulin. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas. Saat seseorang memiliki gula drah tinggi ini berarti pankreasnya tidak mampu memproduksi insulin yang cukup. Namun, beberapa orang dapat menghasilkan cukup insulin tetapi tubuh mereka tidak merespons secara normal. Kondisi ini disebut resistensi insulin. Untuk alasan apa pun, sel tidak mendapatkan cukup glukosa untuk energi dan glukosa menumpuk di dalam darah. Seperti yang sudah di jelaskan di atas bahwa glukosa merupakan istilah yang mengacu pada kadar gula darah normal yang ada dalam tubuh. Glukosa yang diedarkan melalui darah merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh. Umumnya kadar gula darah dipertahankan dalam batas sempit sepanjang hari: 4-8 mmol / l (70-150 mg / dl). Biasanya ukuran ini akan berada di tingkat terendah saat pagi hari saat belum makan, dan akan meningkat setalah makan.

Penjelasan Mengatur Kadar Gula Darah Dalam Tubuh

Gula darah rendah

Banyak orang yang merasa mengantuk setalah makan, ini menandakan bahwa penurunan gula darah yang terjadi dalam tubuh. Diabetes Mellitus / DM juga dikenal dengan gula darah atau penyakit kencing manis yang memiliki jumlah penderitanya cukup banyak baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Pada orang sehat, karbohidrat dalam makanan yang mereka makan akan diubah menjadi glukosa yang akan disalurkan ke seluruh sel tubuh untuk energi dengan bantuan insulin. Pada orang yang menderita diabetes, glukosa sulit masuk ke dalam sel karena sedikit atau tidak ada insulin di dalam tubuh. Kandungan gula yang tinggi akan dikeluarkan melalui urine. Dengan demikian urine penderita diabetes akan mengandung gula sehingga sering dibekap atau dikerumuni semut. Kandungan atau kadar gula penderita diabetes saat puasa lebih dari 126 mg / dl dan bila tidak puasa atau normal lebih dari 200 mg / dl.

Pada orang normal, kadar gula berkisar 60-120 mg / dl. Tidak jarang penderita yang parah mengamputasi anggota badan karena pembusukan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memberikan perhatian yang serius kepada penderita dan menjalankan pola hidup sehat dan baik bagi yang masih sehat dan yang sudah sakit. Ada dua jenis diabetes melitus yaitu diabetes tipe 1 dimana tubuh kekurangan hormon insulin atau istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) dan diabetes melitus tipe 2 dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik atau istilah Non- Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM)). Diabetes bukanlah penyakit yang 100% diturunkan. Diabetes melistus dapat disebabkan oleh riwayat keturunan atau disebabkan oleh gaya hidup yang buruk. Setiap orang bisa terkena diabetes, baik tua maupun muda. Waspada bagi Anda yang memiliki orang tua penderita diabetes, karena Anda juga akan memiliki bakat gula darah jika tidak menjalani gaya hidup yang baik.

Risiko terkena diabetes bisa dikurangi dengan cara mengatur pola makan yang sehat, rajin berolahraga, tidur yang cukup, menghindari rokok beralkohol dan lain sebagainya. Bagi Anda yang menderita diabetes sebaiknya berolahraga setiap pagi, mengonsumsi makanan bergizi yang rendah karbohidrat dan lemak tetapi tinggi protein, vitamin dan mineral. Perbanyak makan sayur dan makanan berserat tinggi lainnya. Rajin cek kadar gula darah dan suntik insulin ke dalam tubuh atau bisa meminum obat yang di sarankan oleh dokter. Dengan begitu Anda bisa terhindar dari risiko efek yang lebih parah.

Mekanisme Pengaturan Gula Darah

Kadar gula darah diatur melalui umpan balik negatif untuk menjaga keseimbangan dalam tubuh. Tingkat glukosa dalam darah dipantau oleh pankreas. Saat glukosa yang ada dalam darah menurun akibat energi yang berkurang, glukagon di lepaskan oleh pankreas. Lalu glukagon ini akan mengubah sel yang ada dalam hati menjadi glukosa. Glukosa dilepaskan ke aliran darah, meningkatkan kadar gula darah. Ketika kadar gula darah meningkat, baik karena perubahan glikogen atau karena pencernaan makanan, hormon lain dilepaskan dari sel di pankreas. Inilah yang disebut dengan insulin yang mana saat itu hati banyak mengubah glukosa menjadi glikogen. Diabetes melitus tipe 1 disebabkan oleh produksi insulin yang tidak mencukupi atau tidak memadai, sedangkan tipe 2 disebabkan oleh respons yang tidak memadai terhadap insulin yang dilepaskan (resistensi insulin). Kedua jenis diabetes mengakibatkan terlalu banyak glukosa dalam darah.

Bagaimana Mengukur Kadar Gula Darah

Setidaknya ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengukur gula darah:

Tes gula darah instan

Tes ini mengukur glukosa dalam darah yang diambil setiap saat, terlepas dari waktu makan.

Tes gula darah puasa

Tes ini menggunakan sampel pada darah yang mana akan di ambil saat perut tidak ada isinya.

Tes toleransi glukosa

Tes ini diawali dengan tes gula darah puasa. Lalu kita akan di berikan minuman yang mengandung gula dengan ukuran tertentu. Kadar gula darah kemudian diukur dengan menggunakan beberapa sampel darah yang diambil selama periode waktu tertentu.

Pengaturan Kadar Gula dalam Tubuh

Perlu anda ketahui bahwa glukosa ini di atur oleh hormon insulin yang akan mengarahkan glukosa ke adiposa, otot dan hati. Maka ini juga akan mendorong kebutuhan energi setalah makan untuk peningkatan sistesis glikogen. Ketika kadar glukosa darah turun misalnya beberapa jam setelah makan, glukagon dan epinefrin juga dikenal sebagai adrenalin mengambil glukosa dari bentuk penyimpanannya sebagai glikogen di hati dan jaringan otot. Kadar insulin yang rendah pada keadaan ini juga berarti masuknya glukosa ke dalam otot dan sel adiposa mengalami penurunan, sehingga sel tersebut beralih ke penggunaan bahan bakar non karbohidrat.

Hati adalah situs kontrol utama untuk kadar glukosa darah, dengan kemampuan untuk merespons sinyal hormonal yang menunjukkan penurunan atau peningkatan kadar glukosa darah. Salah satu fungsi terpenting hati adalah memproduksi glukosa untuk sirkulasi. Hiperglikemia (gula darah tinggi) yang merupakan ciri khas diabetes melitus menunjukkan adanya kelebihan glukosa oleh sel hati yang disertai ketidakmampuan sel lain untuk memanfaatkan glukosa.

Pasien dengan diabetes mellitus tipe 1 bergantung pada sumber insulin eksternal untuk kelangsungan hidup mereka karena (dalam banyak kasus) sistem autoimun mereka menghancurkan sel-sel di pankreas yang mengeluarkan insulin. Biasanya pasien yang memiliki diabetes militus tipe dua akan memiliki produksi insulin yang lebih rendah.

Disclaimer hasil setiap individu bisa berbeda beda
WA Konsul  OL Shop  COD Klik Disini